Rabu, 11 Mei 2016

Laporan KKN KELOMPOK



BAB I
PENDAHULUAN

A.    GAMBARAN UMUM LOKASI DESA SATTOKO
a.      Geografhi
Desa Sattoko terletak di Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat, dan merupakan salah satu daerah yang struktur lokasi maupun wilayahnya berupa dataran tinggi atau pegunungan. Luas wilayah Desa Sattoko ±17.000 m2. Serta berjarak tempuh  61,50 KM dari Ibukota Kabupaten Polewali Mandar.  Adapun Desa Sattoko terdiri dari  4 dususn, yang dimana Memiliki Batas-batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara berbatasan dengan      : Desa Da’ala Timur Kec. Bulo
Sebelah Timur berbatasan dengan     : Desa Pulliwa Kec. Bulo
Sebelah Selatan berbatasan dengan   : Desa Beroangin
Sebelah Barat berbatasan dengan      :Sungai Mapilli, dan Kecamatan Luyo

b.       Topografi
Desa Sattoko adalah daerah pegunungan, dan memiliki luas wilayah ±17 KM2. Desa ini mempunyai tinggi daerah 500M diatas permukaan laut, suhu rata-rata harian 23  C, Curah hujan  Mm. Musim hujan berlangsung selama 6 bulan. Kelembapan udara lumayan Panas pada siang hari dan pada malam hari cuacanya berubah drastis menjadi dingin.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     
Adapun Desa Sattoko salah satu desa yang pernah di landa banjir besar akibat meluapnya Sungai Mapilli. Banjir besar pernah melanda daerah ini yang menurut warga setempat mengakibatkan banyak harta benda yang hilang termasuk hewan peliharaan.

c.       Demografi
a)     Kependudukan
Sesuai dengan data yang diperoleh dari dari hasil Survey maupun dari masyarakat dan pemerintah setempat, maka dapat diketahui bahwa jumlah penduduk sebagai berikut :
No
Nama Dusun
Jumlah
KK
Jumlah Jiwa
LK
Pr
Jumlah
1
Sattoko
  49
94
98
192
2
Beulo
  61
119
122
241
3
Panjalaan
  40
88
90
178
4
Sawerigading
  31
76
78
154
Jumlah
181
377
388
765
               Sumber: Laporan Kependudukan Desa Sattoko bulan Oktober 2015
B.     MAKSUD DAN TUJUAN LAPORAN
Adapun Maksud dan tujuan laporan ini antara lain :
1.      Sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa
2.      Sebagai bahan acuan pemberian nilai mata kuliah KKN.

C.    PROGRAM PEMBANGUNAN DESA YANG TELAH ADA
Adapun Program pembangunan desa yanga telah ada antara lain:
1.      Betonisasi jalan desa
2.      Pengadaan air bersih
3.      Renovasi Kantor Desa
4.      Drainase

















BAB II
BEBERAPA BIDANG
PERMASALAHAN DESA

A.    Pendidikan, Agama, Ekonomi, dan Sosial Budaya
1.      Pendidikan
Sekolah merupakan tempat berlangsungnya pendidikan. Pendidikan sekolah menjadi tumpuan harapan untuk dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, karena pendidikan yang berlangsung di sekolah keberadaannya di sengaja, diniati, direncanakan serta diatur sedemikian rupa melalui tata cara dan mekanisme perundang-undangan yang berlaku. Namun kebanyakan masyarakat mengeluhkan tentang biaya dan fasilitas yang menjadi tempat proses belajar dan masalah kendaraan maupun prasarana perjalanan anak-anak untuk melakukan proses pendidikan.
Permasalahan serupapun terjadi di desa Sattoko, dimana di desa ini yang penduduknya sadar akan pentingnya pendidikan hanya memiliki satu Sekolah Dasar. Sehingga untuk melanjutkan pendidikan, anak-anak harus menempuh jarak yang jauh untuk bisa sampai ke sekolah. Bahkan banyak yang harus hidup jauh dari orang tua.

2.      Agama
Masyarakat di desa Sattoko 100% menganut agama Islam. Keseharian mereka selalu diwarnai dengan Pembacaan Al-Qur’an, Pengajaran Barasanji, dan Ceramah Keagamaan. Syariat-syariat agama Islam menjadi pedoman dan tuntunan dalam kehidupan sehari-hari  masyarakat  desa Sattoko, apa lagi keagamaan yang berada di wilayah Sattoko masih sangat erat dengan kebudayaan yang yang menjadi warisan  di ruang lingkup generasi masyarakat Sattoko.

3.      Ekonomi
Tingkat perekonomian di desa Sattoko termasuk golongan  menengah. Hampir semua penduduk yang mayoritas petani memiliki kebun kakao.

4.      Sosial Budaya
Masyarakat  Lingkungan Sattoko 100% adalah Suku Mandar. Apa lagi dalam keterangan masyarakat, bahwa masyarakat di lingkup Desa Sattoko masih 1 nenek moyang dan masih berkeluarga satu sama lain, jadi tidak heran bahwa masyarakat Sattoko mayoritas ber-Etniskan Suku Mandar. Bahasa daerah yaitu bahasa Mandar menjadi bahasa sehari-hari masyarakat desa Sattoko dengan ciri khas logat tersendiri.
Interaksi sosial masyarakat desa Sattoko sangat tinggi. Kita dapat melihat kesadaran dan antusias warga ikut berperan aktif dalam kegiatan gotong royong yang merupakan rutinitas masyarakat  setiap hari jumat dan Sabtu.
Adapun kebudayaan yang masih dianut masyarakat desa Sattoko antara lain
1.      Mappatamma’ mangaji di bulan Maulid
2.      Andiang mala mekkaer mua arawiangi
3.      Andiang mala mennonno’ mua natambussi naung allo
4.      Andiang mala mambuang aluppas mua’ bongi
5.      Andiang mala marrusoi lapurang mua’ mattudza’-tudza’I tau
6.      Bertasbih, mambaca barasanji dan surah Yasin setiap malam Jumat

5.      Sarana dan Prasarana
a.      Transportasi
Akses jalan menuju desa Sattoko masih memprihatinkan. Masih ada  ±3km jalan belum diaspal dan keadaan jalannya berbatu. Bahkan ada beberapa tempat yang memerlukan jembatan permanen.
Selain itu terdapat pula transportasi air berupa rakit yang digunakan masyarakat untuk menuju ke desa yang berada di seberang sungai. Bahkan transportasi ini juga digunakan anak-anak sekolah SMP.

b.      Komunikasi & Informasi
Alat komunikasi masyarakat desa Sattoko yang digunakan untuk berinteraksi dengan masyarakat luar adalah handphone. Namun terkendala oleh ketersediaan signal yang hanya terdapat di tempat-tempat tertentu.

c.       Air Bersih
Untuk kebutuhan MCK, masyarakat desa Sattoko menggunakan air yang berasal dari bak penampungan. Sedangkan air yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi mereka mengambil air yang berasal dari galian kecil di pinggir sungai. Bahkan mereka menganggap air ini layak untuk langsung diminum yang merupakan kebiasaan mereka sejak dulu. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pihak kesehatan yang menganjurkan masyarakat mengkonsumsi air yang sudah dimasak. 

d.      Tempat Ibadah
Tempat ibadah masyarakat desa Sattoko berpusat di satu masjid yang terdapat di dusun Beulo.
e.       Olahraga
Prasarana olahraga di desa Sattoko belum sepenuhnya ada. Hanya terdapat satu lapangan Sepak bola yang terletak di dusun Panjalaan.  Sehingga untuk beberapa  kegiatan olahraga menggunakan fasilitas sekolah. Anatara lain  Volly ball, sepak takrow, tennis meja & catur.

f.       Kesehatan
Terdapat Puskesdes dengan satu tenaga Bidan Desa.

g.      Pendidikan
Prasarana pendidikan di desa Sattoko yaitu satu Sekolah Dasar, dan satu Sekolah PAUD yang masih menggunakan kolong rumah warga sebagai tempat bermain.

6.      Produksi Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan
Produksi perkebunan di desa Sattoko antara lain :
-          Kakao       
-          Langsat    
-          Jagung

7.      Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan
-          Kebiasaan masyarakat membuang sampah di drainase.
-          Pembuangan limbah masyarakat yang tidak terarah
-          Sebagian masyarakat menempatkan kandang hewan peliharaan di pekarangan rumah
-          Sebagian masyarakat yang memiliki kebiasaan buang air dan mandi di sungai.

8.      Administrasi dan Pemerintahan Desa
-          Masih ada aparat desa yang memiliki keterbatasan dibidang tekhnologi.



BAB III
REALISASI PROGRAM KEGIATAN

A.    Gambaran Umum Proses dan Suasana Selama KKN
 Terbitnya matahari di ufuk timur mengais suara kecil mahasiswa(i) peserta KKN angkatan XXVIII menunggu upacara pelepasan menuju  lokasi yang mana akan menjadi tempat kami mengaflikasikan disiplin ilmu dan tempat kami pula menimbah ilmu dimasyarakat, tibalah kami di lokasi KKN, senyum dan sapaan manis dalam penyambutan kami Mahasiswa KKN UNASMAN Angkatan XXVIII Tahun 2016 di Kecamatan Mapilli, Desa Sattoko di sebuah rumah yang akan menjadi posko kami nantinya, yang tidak lain adalah rumah Kepala Desa Sattoko. Penyambutan itu melumpuhkan segala hasrat yang meronta selama perjalanan ke lokasi KKN. Karena selain  lokasinya yang teramat jauh dan juga terpencil, kami mengira masyarakatnya tidak antusias akan kedatangan kami, namun setelah samapai dilokasi semuanya berubah, tidak sama dengan apa yang telah kami pikirkan, ternyata masyarakat yang menyambut kami sangat membuat kami bahagia, bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun sangat antusias menyambut kami.
Selain itu rasa dan khayal mulai mengakar dipelupuk angan kami, tentang bagaimana hakikatnya roh masyarakat yang sangat beda jauh dengan dinamika kampus.
Hari pertama KKN, kami awali dengan mengunjungi Kantor desa sekaligus untuk melapor akan mengadakan KKN. Sambutan hangat aparat desa semakin membuat kami merasakan suasana yang cukup bahagia. Setelah dari kantor, kami berkeliling sekitar desa sambil melihat-lihat keadaan masyarakat.
 Setelah dua hari kami berada di Desa Sattoko, kami melakukan survey guna kepentingan selama proses KKN kedepannya. Namun dari proses survei yang kami lakukan di lapangan, ada beberapa kendala yang kami alami yaitu;
*      Masyarakat menganggap kami sebagai pendata masyarakat yang tidak mampu.
*      Masyarakat menganggap kami sebagai Orang yang melakukan pendataan untuk kepentingan politik
*      Masyarakat menyambut biasa, karena terlalu seringnya KKN masuk di daerahnya.

Setelah melakukan survey kegiatan kedua yang kami lakukan adalah Seminar Desa sebagai tindak lanjut dari kegiatan survei tersebut. Kegiatan yang kami lakukan ini dihadiri oleh Pemerintah setempat, Tokoh masyarakat, Pihak akademik UNASMAN, dan Mahasiswa KKN. Hasil dari seminar Desa banyak tercetus program yang nantinya dapat kita laksanakan yang telah diajukan oleh masyarakat dan kita sepakati bersama.
Dari program yang telah tersepakati itu, kami jalankan sekitar ±1 bulan penuh. Pelaksanaan program ini sangat didukung oleh masyarakat dan kami melibatkan Pemuda, dan elemen masyarakat lainnya dalam kepanitiaan. Partisipasi dan keterlibatan mereka berupa Pemikiran bahkan tenaga. Mereka pun memberikan. Rasa yang tumbuh dari batin kami adalah rasa bahagia dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Desa Sattoko atas pengorbanan mereka dalam pelaksanaan program yang telah tersusun bersama. Kami merasa masyarakat adalah bagian dari perkuliahan yang tidak ada menandingi betapa berharganya. Semua gambaran kehidupan dunia ada pada masyarakat dan terkhusus bagi kami masyarakat Desa Sattoko.
Yang tak dapat kami tampikkan adalah suasana keramaian di posko kami hampir setiap malam oleh kehadiran pemuda dan masyarakat untuk sekedar bercanda gurau dengan kami. Kami juga sempat mengunjungi beberapa rumah masyarakat untuk saling berbagi cerita. Tokoh Masyarakat yang kami datangi memberikan beberapa pengetahuan yang sebelumnya kami tidak pernah tahu. Kedatangan di Desa Sattoko diawali dengan survey, kemudian seminar program Desa bersama seluruh komponen masyarakat yang diakhiri dengan pelaksanaan program. Untuk itu, rasa syukur kepada sang khaliq kami lantunkan dan terima kasih kepada berbagai pihak terkait serta seluruh peserta KKN UNASMAN Angkatan XXVIII Tahun 2016.
Dalam hal pelaksanaan program kerja kami banyak di bantu oleh masyarakat sehingga program kerja yang kami rencanakan dapat terealisasi dan terselesaikan dengan maksimal, pada setiap kegiatan kami banyak melibatkan masyarakat agar memudahkan kami dalam beradaptasi dan bersosialisasi dengan masyarakat terkhusus untuk kegiatan keagamaan  kami dibantu oleh semua pengurus masjid dan tokoh agama di Desa Sattoko.
Selama kami berbaur dengan masyarkat di Desa  Sattoko ada banyak yang kami dapat pelajari dan merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kami, sebab kami tidak dapat pungkiri bahwa pengetahuan yang kami miliki masih sangat terbatas, itu dapat dilihat dari adanya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat berdasarkan pada pengalamannya yang kami tidak ketahui sama sekali begitupun sebaliknya.




B.     Pelaksanaan Program Kerja
No

Nama Program

PJ

Maksud/Tujuan

Sasaran
Tempat dan Tekhnik Pelaksanaan
Faktor

Ket.
Pendukung
Penghambat
1
Mengajar Di SD
Supriyanto
-Mengasah kemampuan mengajar mahasiswa KKN
-Berbagi ilmu pengetahuan dengan guru-guru dan anak-anak SD
-     Anak sekolah
Sekolah.
Kegiatan ini diadakan setiap hari Senin, Rabu & kamis.
-   Antusias belajar anak yang sangat tinggi
-  Keterbatasan alat peraga dan perangkat mengajar
Terlaksana
2
Apotek hidup
Martini Rahayu
-Menambah wawasan masyarakat khususnya ibu PKK tentang manfaat TOGA (Tanaman Obat keluarga)
-Mengajak ibu-ibu untuk  memanfaatkan Pekarangan rumah

Semua Ibu Rumah Tangga
-     Pekarangan Kantor desa
-     Kegiatan ini kami laksanakan mulai tanggal 12 Februari – 3 Maret 2016
Adanya pemahaman masyarakat tentang obat tradisional

-Susah untuk mendapatkan bibit TOGA

Terlaksana
3
Pengenalan Laptop/komputer untuk anak SD
Nurfaisah
-          Memberi pengetahuan kepada beberapa anak melalui pelatihan yang bertujuan untuk lebih mengenal lagi penggunaan simbol- simbol yang terdapat pada komputer 
Anak berusia 8 tahun keatas
-     Kegiatan diadakan setiap hari rabu dan kamis mulai tanggal 11 Februari -
Terdapat beberapa komputer yang dapat digunakan

Terlaksana
4
Bimbingan Buta aksara
Harfawati
-     Menindaklanjuti program pemerintah untuk pemberantasan buta aksara
-     Masyarakat umum
Kegiatan direncanakan di Posko KKN
-    
-kurangnya minat untuk mengikuti kegiatan ini
- tidak ada waktu luang masyarakat.
Tidak terlaksana
5
Pembuatan Papan hatinya PKK
M. Alis
Mengingatkan masyarakat tentang perlunya kebersihan  lingkungan deangan melalui program pemberdayaan kesejahteraan keluarga
Disetiap dusun dan kantor desa
Diadakan di Posko dan bekerja sama dengan tukang kayu.
Bersedianya warga dalam kerjasama
-  Menggunakan tenaga  dan
-  biaya yang cukup besar
-  keterbatasan bahan (papan dan balok-balok)
Terlaksana dan terealisasi
6
Pembuatan Plat rumah aparat Desa
Nurlinah
Untuk mengetahui rumah aparat desa
Rumah tiap aparat desa
Diadakan di Posko dan bekerja sama dengan tukang kayu
Adanya kayu
Jauhnya bahan yang didapat
Terlaksana
7
Perlombaaan
Ayub
-Mengembangkan   minat masyarakat
-          Menciptakan Suasana Kebersamaan
- masyarakat
- anak-anak
Kegiatan Ini Kami Laksanakan Setiap Sore Mulai Tanggal 23 Februarari – 8 Maret 2016 bertempat dilapangan olahraga SD Sattoko. Adapun jenis perlombaan antara lain :
- volly ball puteri
- sepak takrow putera
- tarik tambang
-lari karung
- mengisi botol dengan paku.
-Makan kerupuk
-pertandingan domino
- antusias masyarakat yang sangat tinggi
- ketersedian lapangan dan perlengkapan olahraga milik desa
- cuaca   kurang bersahabat, yang kadang membuat perlombaan tertunda
Terlaksana
8
Baksos Air terjun
Hajrah
-menjaga kelestarian alam
-refresing
-pemuda & mahasiswa KKN
Kegiatan ini kami adakan satu hari bertempat di air terjun Sattoko dan diikuti oleh pemuda dan masyarakat.
-dukungan dari pemuda dan pemerintah desa
-akses jalan cukup terjal
Teraksana
9
Baksos dengan aparat dan masyarakat
Semua
-     Menjaga kebersihan lingkungan
-     Memelihara semangat gotong royong
-     Aparat desa dan kepala keluarga
-     Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat dan Sabtu yang diadakan mulai tanggal 4 Februari – 7 Maret 2016. Tempat kegiatan ini antara lain :
-     Kantor Desa
-     Akses jalan desa
-     Masjid
-     Sekitar wilayah Puskesdes
-     Pekarangan rumah warga
-    Semangat gotong royong masyarakat yang sangat tinggi
-    Dukungan pemerintah desa
-           
Terlaksana

BAB IV
PENUTUP
3.1.  Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat kami kemukakan dalam laporan individu ini adalah sebagai berikut ;
a      Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al Asyariah Mandar Angkatan XXVIII tahun 2016 di desa Sattook Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar mendapat sambutan, tanggapan dan perhatian yang cukup baik dari warga Desa Sattoko
b      Program memerlukan kesiapan yang matang, yang meliputi kesiapan fisik maupun mental, tak kalah penting ilmu pendidikan dan keterampilan yang memadai sebagai bekal untuk aktivitas dalam kehidupan masyarakat sebenarnya.
c      Pada dasarnya masyarakat sangat memerlukan dukungan untuk dapat meningkatkan kesejateraannya, maka kita sebagai mahasiswa harus menjadi motivator bagi masyarakat Desa Sattoko.
d     KKN adalah kegiatan yang salah satu fungsinya mengajarkan mahasiswa untuk tampil sebagai motivator masyarakat kearah yang lebih maju dan sebagai guru pendidik bagi para peserta didik maupun anak-anak yang beradadidesa Sattoko.
e      Mahasiswa sebagai anggota masyarakat harus lebih banyak belajar dari masyarakat karena mahasiswa itu dipandang sebagai orang yang serba bisa dan serba tahu maka perlu adanya kontrol diri.
f       Dengan adanya kegiatan KKN ini, hubungan antara lembaga perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan dengan masyarakat dan pemerintah kecamatan setempat semakin baik, sehingga penanganan di berbagai bidang pembangunan, pendidikan dan lingkup sosial akan saling melengkapi.


3.2.            Saran-saran
a.        Saran kepada aparat pemerintah lokasi KKN
Dari hasil obserbvasi hendaknya pemerintah Desa Sattoko harus lebih meningkatkan peran dan fungsi  sebagai lembaga pemerintahan yang memberikan kenyamanan dan penangan yang maksiamal kepada masyarakat yang berada di desa Sattoko, terkhusus kepada para warga yang kurang mampu, seperti yang kita ketahui, masyarkat disekitar Sattoko masih banyak masyarakat yang kurang mampu, sehingga masih perlu banyak penangan tentang kemiskinan, dan terlebih lagi sekiranya agar pendataan tentang jumlah penduduk maupun jumlah masyarakat yang mengeyam pendidikan dapat didata dengan terperinci
Selain itu diharapkan juga pemerintah memperhatikan daerah yang kurang terkjangkau misalnya dusun Sawerigading yang jaraknya sekitar 4 Km dari pusat desa. 
b.        Saran kepada peserta KKN
1.        Diantara para peserta KKN hendaknya menjalin kerja sama dan yang ada disekitarnya.kekompakan.
2.        Para peserta KKN hendaknya menjaga diri dan menyesuaikan diri dengan kondisi
3.        Para peserta KKN  hendaknya mampu menunjukan peranannya sebagai insan intelektual yang sesungguhnya, mampu melakukan perubahan kearah yang lebih baik dalam menunjang proses pembangunan yang ada.
4.        Hendaknya peserta KKN bersikap lebih dewasa dan bisa menerima serta beradaptasi dengan situasi dan kondisi pada saat KKN.
5.        Peserta KKN hendaknya dapat berbaur dengan masyarakat secara menyeluruh bukannya acuh tak acuh dengan masyarakat.
6.        Sekiranya peserta KKN tidak saling menyalahkan apa bila terjadi masalah yang berkaitan dengan program kerja selama KKN.
7.        Sekiranya bagi para peserta KKN dapat saling mengkoordinir diri masing-masing dalam pengerjaan program kerja.

c.         Saran kepada Panitia Pelaksana
1.      Dalam pemilihan lokasi KKN hendaknya mencari daerah yang belum pernah ditempati pelaksanaan KKN hal ini juga akan memudahkan peserta KKN untuk menyusun program.
2.      Perlu adanya koordinasi lintas sektor antara pihak kampus dengan pemerintah setempat khususnya pemerintah kecamatan.
3.      Kami harapkan, bagi tim SIDAK kampus mengunjungi seluruh posko yang ada.